.

STOP Kekerasan dalam keluarga CIPTAKAN SUASANA NYAMAN DALAM KELUARGA

Jumat, 23 Mei 2014

Perceraian Bukan Pilihan

Satu hal yang harus dipahami ketika memutuskan untuk menikah yaitu:
  • Pernikahan adalah koalisi tanpa syarat
Tidak seperti koalisi partai yang selalu penuh dengan persyaratan ini dan itu, pernikahan berdiri sebagai lembaga tanpa syarat. Ketika akan memasuki pernikahan, satu hal yang harus kita sadari dengan teramat sadar adalah bahwa komitmen dalam pernikahan adalah ‘komitmen cinta’ tanpa syarat. Di mana kita tidak akan pernah mendengar kalimat “Aku akan tetap bertahan dalam pernikahan ini selama kau tidak selingkuh” atau “Aku akan tetap menjadi istrimu selama kau berhasil memenuhi kebutuhan hidupku” juga “Aku akan tetap menjadi suamimu selama kau menjadi istri yang mau mengerti pekerjaanku”.
Tidak! Pernikahan tidak memerlukan komitmen itu. Pernikahan harus tetap bertahan ketika penghasilan suami kita tidak sanggup memenuhi kebutuhan hidup, bukankah kita tidak menikahi penghasilannya? Atau ketika kita sudah mulai memprotes pekerjaan suami yang terlalu menyita waktu padahal di awal pernikahan kita terlihat cukup mengerti? Pernikahan yang membuat semua masalah ada jalan keluarnya, karena ini koalisi, jadi tidak dipandang dari salah satu sudut saja, tapi dari kedua belah pihak.
  • Cintai pernikahannya, bukan cintai orangnya
Ketika memutuskan menikah dengan orang yang kita cintai, itu berarti kita juga harus mencintai pernikahannya. Sehingga ketika terjadi perubahan pada orang yang kita cintai dan membuat cinta itu memudar perlahan, kita masih tetap bertahan dalam pernikahannya karena kita mencintai pernikahan ini. Mencintai keluarga yang ada dalam pernikahan ini, mencintai anak-anak, mencintai mimpi-mimpi dan mencintai tujuan dari pernikahan ini.
Setiap orang pasti berubah, suami yang dulu kita kenal selalu menomorsatukan kita di segala urusan kini menjadikan kita berada pada urutan ke 4 misalnya di mana yang berada pada urutan ke 3 adalah Arsenal, memang menyakitkan tapi toh juga banyak kan hal yang berubah dari kita kan?
  • Pernikahan bukan lembaran kertas tisu
Ketika kita memiliki pernikahan, itu seperti kita memiliki satu selimut tidur kesayangan yang hangat dan nyaman, di mana ketika selimut itu sobek, kita akan segera mencari jarum dan benang untuk menjahitnya kembali sebelum sobekan itu melebar, ketika selimut itu berlubang, kita akan segera mencari kain untuk menambalnya agar lubang itu tidak semakin besar. Bahkan ketika selimut itu mulai bau, kita akan dengan cepat mencucinya. Seperti itu layaknya pernikahan. Karena pernikahan bukan selembar kertas tisu yang ketika sudah kotor atau sobek maka akan kita buang dan menarik lembaran tisu yang baru. Dalam pernikahan, ketika kita merusak sesuatu, kita harus memperbaikinya, bukan membuangnya.
  • Divorce is not an option!
Perceraian itu bukan pilihan, jadi jangan masukan perceraian pada pilihan hidup kita. Daripada kita katakan “Kalau kamu tidak bisa mengerti saya, lebih baik kita bercerai” kan lebih baik kita pikirkan “Jika dia sudah tidak bisa lagi mengerti saya, maka saya yang harus memahami dia”, karena daripada kita berusaha membuat pribadi lain mengerti kita, alangkah lebih baik kalau kita yang berusaha memahami mereka.
  • My Wedding is my right!
Ketika menikahi orang yang benar-benar kita pilih sendiri, dan menikah adalah keputusan kita dan suami dengan kesadaran penuh, maka sejak saat itu kehidupan rumah tangga kita adalah konsumsi kita dan suami saja. Selama itu bukan kekerasan dalam rumah tangga, ada baiknya ketika terjadi masalah dan pengambilan sebuah keputusan adalah memang benar keputusan kita. Boleh saja meminta masukan kepada orang lain, tapi keputusan akhir ada pada kita. Mungkin beberapa orang akan langsung mengatakan “Udahlah, cerai aja, kalau saya jadi kamu udah dari dulu saya cerai kalau punya suami cemburuan begitu”.
Mommies, bukankah untuk mencintai pasangan hidup kita tidak sedang meminjam hati mereka? Bukankah ketika melihat pasangan hidup kita juga tidak sedang meminjam mata mereka?
Ada banyak hal baik yang tidak orang-orang lihat pada pasangan kita tapi kita bisa melihat dengan jelas, ada banyak kebaikan yang bisa kita rasakan dilakukan oleh pasangan kita tapi orang lain tidak bisa merasakannya. Jadi keputusan apapun itu, tetap bertahan pada pernikahan atau mengakhirinya, pastikan bahwa keputusan itu diambil sebagai hasil meeting hati dan otak kita, perasaan dan pikiran.
Sumber : https://id.she.yahoo.com/perceraian-bukan-pilihan-154359946.html

Senin, 19 Mei 2014

Sebanyak 70 persen mainan anak diimpor dan tak sesuai standar

MERDEKA.COM. Sebanyak 70 persen mainan anak berasal dari impor dan tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Ini membuat mainan anak impor berpotensi mengandung zat kimia yang membahayakan kesehatan.
"Sedangkan 30 persen mainan anak dari dalam negeri juga harus ikut mendapatkan SNI yang telah diwajibkan dari akhir April lalu," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Busharmaidi, di Jakarta, Senin (19/5).
Berdasarkan survei Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), ada banyak mainan mengandung timbal dan merkuri yang membahayakan kesehatan anak. Atas dasar itulah pemerintah kemudian mewajibkan mainan anak untuk memenuhi SNI.
"Dimanapun negaranya, ketika mereka masuk ke Indonesia harus mengikuti penerapan SNI. Kita juga berharap jika dipasar 70 persen dari impor, sedangkan kita baru 30 persen, kita tentunya berharap 30 persen itu naik," tegasnya.
Kasubdit Alas Kaki Kulit dan Aneka Kementerian Perindustrian Richard mengakui penerapan SNI untuk mainan di Indonesia sudah terlambat sekitar sepuluh tahun.
"Sudah hampir 10 tahun mundur rencana ini. Kita terapkan 30 April lalu dan ini juga sudah mundur 6 bulan."
Sumber : https://id.berita.yahoo.com/sebanyak-70-persen-mainan-anak-diimpor-dan-tak-065217926.html

Senin, 07 April 2014

Bayi Sembilan Bulan Didakwa Pembunuh Berencana


TEMPO.CO, PUNJAB—Seorang bayi laki-laki yang baru berusia sembilan bulan dihadapkan ke depan sidang di Pakistan, Kamis lalu. Tuduhannya tidak main-main. Seperti dilansir laman Al-Arabiya, Sabtu 5 April 2014, Mohammad Mosa Khan yang hadir dipangku kakeknya, dituduh atas dakwaan pembunuhan berencana.
Sang bayi bersama seluruh keluarganya terpaksa berurusan dengan hukum setelah polisi menyerbu rumah mereka pada Rabu lalu. Mereka menjadi target polisi setelah memprotes pemadaman listrik yang terjadi terus menerus di Pakistan. Keluarga tersebut melawan upaya penangkapan dan memukuli sejumlah aparat dengan tongkat hingga luka parah.
Yang aneh, polisi mendakwa sleuruh anggota keluarga Mohammad Yaseen, kakek sang bayi. Akibatnya bocah malang yang tak tahu apa-apa itu terpaksa berurusan dengan hukum. Saat berada di sidang, Mosa justru terlihat asyik minum susu dari botol. Ia sempat menangis saat menjalani cap jari.
Kasus ini sontak menuai kemarahan rakyat Pakistan. »Gara-gara kelalaian polisi, seorang bayi tak berdosa harus dihadapkan ke ruang sidang,” kata pengacara keluarga Yaseen, Irfan Tarar, seperti dikutip CNN.
Menteri Utama Punjab Shahbaz Sharif tempat kasus ini terjadi terpaksa turun tangan dan memerintahkan pembatalan dakwaan terhadap sang bayi. Adapun polisi yang menangani kasus tersebut, Kashif Ahmed, dilaporkan telah diberhentikan sementara. Hakim membebaskan Mosa dengan jaminan dan kasus ini akan dilanjutkan pada 12 April mendatang.
TEMPO.CO, PUNJAB—Seorang bayi laki-laki yang baru berusia sembilan bulan dihadapkan ke depan sidang di Pakistan, Kamis lalu. Tuduhannya tidak main-main. Seperti dilansir laman Al-Arabiya, Sabtu 5 April 2014, Mohammad Mosa Khan yang hadir dipangku kakeknya, dituduh atas dakwaan pembunuhan berencana.Sang bayi bersama seluruh keluarganya terpaksa berurusan dengan hukum setelah polisi menyerbu rumah mereka pada Rabu lalu. Mereka menjadi target polisi setelah memprotes pemadaman listrik yang terjadi terus menerus di Pakistan. Keluarga tersebut melawan upaya penangkapan dan memukuli sejumlah aparat dengan tongkat hingga luka parah.
Yang aneh, polisi mendakwa sleuruh anggota keluarga Mohammad Yaseen, kakek sang bayi. Akibatnya bocah malang yang tak tahu apa-apa itu terpaksa berurusan dengan hukum. Saat berada di sidang, Mosa justru terlihat asyik minum susu dari botol. Ia sempat menangis saat menjalani cap jari.
Kasus ini sontak menuai kemarahan rakyat Pakistan. »Gara-gara kelalaian polisi, seorang bayi tak berdosa harus dihadapkan ke ruang sidang,” kata pengacara keluarga Yaseen, Irfan Tarar, seperti dikutip CNN.
Menteri Utama Punjab Shahbaz Sharif tempat kasus ini terjadi terpaksa turun tangan dan memerintahkan pembatalan dakwaan terhadap sang bayi. Adapun polisi yang menangani kasus tersebut, Kashif Ahmed, dilaporkan telah diberhentikan sementara. Hakim membebaskan Mosa dengan jaminan dan kasus ini akan dilanjutkan pada 12 April mendatang.

Sumber : https://id.berita.yahoo.com/bayi-sembilan-bulan-didakwa-pembunuh-berencana-150258349.html

Jumat, 04 April 2014

Pertumbuhan Otak Anak Dimulai dari Saluran Cerna

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kesehatan saluran cerna memegang peranan penting dalam fase pertumbuhan otak anak. Bila saluran cerna anak terganggu, bisa dipastikan otak anak tak dapat berkembang secara optimal. Anak pun tak dapat menjadi anak yang cerdas sebagaimana diimpikan orang tuanya.
"Bila terganggu, saluran cerna tidak dapat bekerja maksimal dalam menyerap gizi dari makanan untuk otak. Sekaya apapun gizi makanannya tetap akan terbuang percuma," ujar Pakar Gizi Dr Saptawati Bardosono saat diskusi "Gut Brain Axis: Pencernaan Sehat Awal si Kecil Cerdas" yang digelar Nestle, Kamis (3/4/2014).
Probiotik atau bakteri yang baik menjadi kunci saluran cerna anak yang sehat. Ada tiga jenis probiotik yaitu lactobacillus reuteri, eubacteria, dan bifidobacterium.
Saptawati menjelaskan, beberapa jenis probiotik memang ditemukan di beberapa permukaan saluran cerna. Probiotik tersebut memilik fungsi tersendiri pada setiap saluran cerna.
Lactobacillus reuteri pada usus misalnya berfungsi menjaga kekuatan dinding saluran usus agar tetap kokoh dari serangan bakteri jahat penyebab penyakit pencernaan seperti diare.
Selain usus, lactobacillus reuteri juga ditemukan di dalam rongga mulut, lumbung, usus halus, dan vagina.
Kendati sudah terdapat dalam tubuh, dosisnya tetap harus didukung dengan asupan probiotik dari luar tubuh.
Dikatakan Saptawati, air susu ibu (ASI) terbukti mengandung lactobacillus reuteri yang terbukti mampu mengurangi berbagai gangguan pencernaan seperti kembung, kolik, konstipasi, dan diare.
Oleh karena itu, Saptawati kembali menegaskan pentingnya pemberian ASI secara eksklusif selama enam bulan pertama sejak bayi lahir.
"Perkembangan otak paling krusial terjadi sebelum anak berusia dua tahun. Selama periode itu, otak mereka berkembang menjadi 80 persen dari otak seutuhnya. Oleh karena itu, pastikan otak mereka berkembang secara optimal dengan menjaga kesehatan saluran cernanya," tuturnya.
Ia juga menambahkan menjaga saluran cerna sebaiknya sudah harus dimulai sedini mungkin sejak calon ibu dinyatakan hamil. Langkah awal yang dapat diambil adalah mengonsumsi makanan bergizi dan hindari stres yang berlebih.
Sumber : https://id.she.yahoo.com/pertumbuhan-otak-anak-dimulai-dari-saluran-cerna-074939502.html

Kamis, 12 September 2013

26 Persen Pria Urban Indonesia Pernah Memerkosa


Ghiboo.com - Satu dari empat pria urban Indonesia mengaku pernah memaksa seorang perempuan, baik istri atau yang bukan pasangannya, untuk melakukan hubungan seks.

Hasil tersebut diketahui dari laporan PBB melalui sebuah survei yang dibuat untuk mengetahui tindak kekerasan terhadap perempuan di Asia.

Selain Indonesia, masih ada lima negara lain yang ikut bagian dalam survei tersebut, yaitu Papua Nugini, Sri Lanka, Kamboja, Cina dan Banglades.

Para peneliti internasional mewawancarai 10.000 pria berusia 18-49 tahun di enam negara tersebut. Hasilnya, hampir 75 persen pria mengaku melakukan tidak bejat tersebut karena 'hak seksual.'

Sebagian lainnya menganggap pemerkosaan sebagai bentuk hiburan atau hanya sekedar untuk bersenang-senang. Sisanya, untuk menghukum korban.

Menurut peneliti, ada banyak faktor mengapa seorang pria tega melakukan tindak bejat tersebut. Masalah pelecehan seksual semasa kecil, kemiskinan, alkohol dan penyalahgunaan narkoba bisa menjadi penyebabnya.

Sedihnya, hampir 70 persen pria yang disurvei melaporkan mereka tidak mendapatkan konsekuensi hukuman atas tindakannya.

Berikut persentase pria yang mengaku memerkosa:

Papua New Guinea, Bougainville Island - 62%
Indonesia, Papua Province - 48.6%

Indonesia, urban area - 26.2%

China, urban/rural - 22.2%
Cambodia - 20.4%
Indonesia, rural area - 19.5%

Sri Lanka - 14.5%
Bangladesh, rural area - 14.1%
Bangladesh, urban area - 9.5%
Sumber : http://id.she.yahoo.com/26-persen-pria-urban-indonesia-pernah-memerkosa-103000772.html

Kamis, 13 Juni 2013

Kemnakertrans Targetkan Tarik 11 Ribu Pekerja Anak

JAKARTA - Tahun ini, Kemenakertrans menargetkan penarikan 11.000 pekerja anak, yang tersebar di seluruh Indonesia. Program tersebut tersebar di 21 Provinsi dan 89 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, dengan mengerahkan 503 orang pendamping di 366 rumah singgah (shelter).

“Sesungguhnya program penarikan pekerja anak ini dilaksanakan agar anak-anak Indonesia dapat mengembangkan kesempatan belajar di sekolah dan terbebaskan dari berbagai bentuk pekerjaan terburuk," kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, di Jakarta, Kamis (23/5/2013).

Kegiatan ini diarahkan dengan sasaran utama anak bekerja dan putus sekolah  yang berasal Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) dan berusia 7- 15 tahun. Kemnakertrans menggelar Rencana Aksi Nasional Penghapusan Bentuk Pekerjaan Terburuk Anak (RAN-PBPTA) sebagai amanat dari Keputusan Presiden No. 59 Tahun 2002, yang pada tahun ini memasuki Tahap ke 3 (Tahun 2013 – 2022).

Khusus Provinsi Jawa Timur, PPA-PKH menargetkan penarikan sebanyak 2.280 pekerja anak di 17 Kabupaten/Kota. Untuk lebih memotivasi pekerja anak kembali ke sekolah, diberikan paket peralatan sekolah bagi setiap pekerja anak.

“Prioritas program ini  diarahkan untuk dapat mempercepat proses penarikan para pekerja anak terutama  dari pekerjaan-pekerjaan terburuk dan berbahaya seperti perbudakan, pelacuran, pornografi dan perjudian, pelibatan pada narkoba, dan pekerjaan berbahaya lainnya," terangnya.

Para pekerja anak tersebut bakal ditarik dari tempat mereka bekerja dan  di tempatkan sementara di rumah singgah (shelter) untuk menjalani program  pendampingan khusus selama satu bulan. Setelah itu mereka akan di kembalikan ke sekolah untuk belajar di pendidikan formal SD/SMP/SMA, madrasah dan pesantren ataupun kelompok belajat paket A, B dan C.

Muhaimin mengaku telah melakukan pendekatan khusus untuk melarang anak usia sekolah untuk bekerja. Para pengusaha dan orang tua, tidak boleh memaksakan anaknya untuk bekerja apalagi untuk dengan pekerjaan-pekerjaan berbahaya.

“Para pengusaha dan Orangtua harus tahu bahwa dalam UU Perlindungan Anak mempekerjakan anak di bawah umur adalah dilarang, Pemerintah  lakukan pendekatan khusus berupa persuasif hingga penindakan hukum. Bagi orangtua yang tetap memaksakan anaknya untuk bekerja, perlu mendapat tindakan tegas dan dilaporkan kepada pihak yang berwajib, “bebernya.

Agar manfaat program penarikan pekerja anak ini tetap optimal, pemerintah bermaksud mereview kembali, apa saja yang perlu dilakukan  untuk memperkuat Komite Aksi Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak (PBPTA).

“Kita terus melakukan, monitoring dan evaluasi terhadap anak-anak yang telah ditarik dan dikembalikan ke satuan pendidikan.  Apa saja kendala mereka, apakah mereka masih tetap berada di unit pendidikan, atau apakah mereka kembali lagi ke pekerjaan semula karena tuntutan ekonomi keluarga. Diperlukan upaya-upaya untuk  menganalisa dampak jangka panjang  dari program tersebut," bebernya.

Untuk itu harus ditingkatkan sinergitas antar sektor, karena tanpa kerjasama dari para stakeholder, baik aparatur pusat maupun daerah, pihak pengusaha, elemen masyarakat maupun media, Program Penanggulangan Pekerja Anak tidak dapat terwujud.

Program penarikan pekerja anak ini dilaksanakan secara terkoordinasi antar berbagai instansi/lembaga terkait di Provinsi dan Kabupaten/Kota. Antara lain : Pendidikan, Sosial, Kesehatan, Kementerian Agama, Serikat Pekerja / Serikat Buruh, Asosiasi Pengusaha, serta Lembaga Swadaya Masyarakat Pemerhati anak.

“Peran serta masyarakat, pemerintah pusat dan daerah serta instansi terkait dibutuhkan  untuk meningkatkan sinergitas guna mengurangi jumlah pekerja anak dan mengembalikannnya ke dunia pendidikan , terangnya.

Guna mempercepat penarikan pekerja anak, Muhaimin berjanji akan mengerahkan pengawas ketenagakerjaan di pusat dan daerah. Menurut data Kemnakertrans, saat ini jumlah pengawas ketenagakerjaan tercatat sebanyak 2.384 orang, untuk menangani sekitar 216.547 perusahaan. Para pengawas ketenagakerjaan yang saat ini tengah bertugas terdiri dari Pengawas umum, 1.460 orang, Pengawas spesialis  361 orang, Penyidik Pegawai Negeri Sipil 563 orang.

Pemerintah Indonesia mempunyai komitmen untuk menghapus pekerja anak. Komitmen ini terlihat dengan diratifikasinya kedua Konvensi ILO Nomor 138 mengenai usia minimum, untuk diperbolehkan bekerja dan Nomor 182 mengenai pelarangan dan tindakan segera penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak.

“Komitmen ini terlihat dengan diratifikasinya kedua Konvensi ILO tersebut dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1999 dan Undang -Undang Nomor 1 Tahun 2000. Selain itu isi substansi tehnis kedua Konvensi ILO terdapat padaUndang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan," pungkasnya.

Sejak tahun 2008 sampai saat ini, Kemnakertrans melakukan penarikan pekerja anak dari tempat kerja sebanyak 32.663 orang dan dikembalikan ke satuan pendidikan. (ydh)
http://news.okezone.com/read/2013/05/23/337/811653/kemnakertrans-targetkan-tarik-11-ribu-pekerja-anak 

Selasa, 11 Juni 2013

Mucikari SMP dan para 'ayamnya' berasal keluarga broken home

MERDEKA.COM. Siswi SMP Swasta yang menjadi mucikari di Surabaya, Jawa Timur, ternyata berasal dari keluarga broken home. Pun begitu dengan para ABG atau 'ayam-ayam' yang dijualnya ke lelaki hidung belang, semuanya dari keluarga kacau.

Karena faktor keluarga broken inilah, NA terjun ke dunia hitam. Siswi 15 tahun inipun tak canggung ketika menjual kakak kandungnya sendiri kepada 'penggila' gadis ingusan.

Sekitar tujuh ABG yang dijualnya pun disinyalir dari keluarga berantakan. Sehingga, untuk melepas beban di pikirannya, mereka lari ke dunia seks bebas plus bonus uang ratusan ribu rupiah dari 'penggunanya.'

Hal ini diungkap JT, salah satu siswa di sekolah tempat NA mengenyam pendidikan, yaitu di salah satu sekolah SMP Swasta di kawasan Jalan Gubeng, Surabaya. "Yang saya dengar, dia (NA) itu dari keluarga broken. Tapi duitnya banyak, BB-nya saja sering ganti-ganti," kata JT, Senin (10/6).

Hal senada juga diungkap Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Suparti. Polwan dengan satu melati di pundak ini mengatakan, ada banyak faktor yang menyebabkan para gadis ingusan itu menjalani praktik prostitusi.

"Kenapa mereka melakukan ini, ada banyak faktor. Di antara mereka (pelaku dan korban) ada yang karena sudah pernah melakukan dengan pacarnya, ada yang karena broken home, ada juga yang karena gaya hidup. Yang jelas tindakan mereka ini sangat memprihatinkan, karena rata-rata mereka masih anak-anak tapi sudah melakukan hubungan yang belum waktunya," papar mantan Kapolsek Asemrowo itu.

Suparti juga mengungkap, uang hasil menjajakan diri para gadis ingusan ini, juga digunakan untuk bersenang-senang. "Kalau masalah ekonomi, saya rasa tidak ya. Wong mereka ituloh ngaku, uang hasilnya buat senang-senang saja. Bukan untuk mencukupi kebutuhan pokok mereka. Dan bisa jadi, perilaku ini karena lingkungan, wong orang tuanya juga tenang-tenang saja saat dikabari anaknya ditangkap," kata Kasubbag Humas Kompol Suparti menganalisa hasil penyelidikan sementara penyidik.

Diberitakan sebelumnya, pihak Polrestabes Surabaya mengungkap kasus mucikari di Hotel Fortuna Jalan Darmokali Surabaya. Yang mencengangkan publik, sang mucikari adalah siswi SMP yang masih berusia 15 tahun. Terlebih lagi, dia juga tak canggung menawarkan kakak perempuannya sendiri ke pria hidung belang.

Meski tak menahannya, hanya dikenakan wajib lapor, polisi masih terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku dan korban, dan siang tadi, mereka kembali dipanggil untuk menjalani pemeriksaan penyidik
Sumber: Merdeka.com
http://id.berita.yahoo.com/mucikari-smp-dan-para-ayamnya-berasal-keluarga-broken-170300173.html