.

STOP Kekerasan dalam keluarga CIPTAKAN SUASANA NYAMAN DALAM KELUARGA

Rabu, 16 Januari 2013

Sulit Mengakui Kesalahan Sendiri

Sulit mengaku salah apalagi kalah. Ini penyakit alami manusia. Mau mengaku menang, mau menang terus. Tak mau kalah apalagi mengakui kesalahan. Jika ini bisa sembuh, manusia akan bebas. Bebas untuk mengatakan, saya bersalah, saya mohon maaf. Dengan demikian perkara selesai. Tak ada debat panjang mencari siapa yang salah. Tetapi semudah itu kah perkara ini?

Tunggu dulu. Manusia biasanya sulit mengakui kesalahan. Memang ada segelintir yang mau mengakui. Untuk menjadi seperti segelintir ini butuh perjuangan keras. Perjuangan melawan kecenderungan alami manusia. Siapa yang mau kalah? Apalagi siapa yang mau disalahkan? Sebagian besar tidak mau. Tetapi mau bilang apa jika memang ada kesalahan. Pasti ada penyebabnya.

Kalau mau maju, beranilah mengakui kesalahan dan mengaku salah. Mudah sebenarnya tetapi sulit mengakuinya. Salah itu biasa, kata orang. Mengakui kesalahan itu baru luar biasa. Sebab banyak yang ingin menyembunyikan kesalahannya. Maunya tampil sempurna, perfectionis. Padahal jika mengakui kesalahan dia akan menjadi sempurna juga. Sempurna karena ada kesalahan dan ada pengakuan akan kesalahan itu. Sempurna karena dia memang pernah berbuat baik dan banyak berbuat baik tetapi pernah berbuat salah juga. Jadi dia mengakui tutur langkah yang benar dan salah.

Sumber : http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/09/17/sulit-mengakui-kesalahan-sendiri-493712.html

Selasa, 15 Januari 2013

Tips Meningkatakan Minat Baca Anak

Ghiboo.com - Mengenalkan bacaan dan mengajarkan anak untuk membaca bukanlah hal yang mudah, apalagi sang anak masih berusia dini.

Namun tak berarti hal ini menghalangi anda untuk mengenalkan anak untuk membaca.

Berikut beberapa tips yang bisa anda lakukan untuk menarik minat baca anak yang diberikan oleh Psikolog ternama Dr.Rose Mini AP,M.Psi

1. Ciptakan budaya baca sejak dini

Pada dasarnya anak adalah peniru terbaik dari orang tuanya. Oleh karena itu setiap prilaku orang tua akan ditiru oleh anak termasuk prilaku suka membaca. Langkah terbaik yaitu memberikan contoh sekaligus mendampingi anak-anak untuk belajar membaca.

2. Rekreasi membaca

Salah satu bentuk kegiatan rekreasi keluarga dapat dijadikan sarana untuk menumbuhkan minat membaca seperti, rekreasi ketaman bacaan, perpustakaan atau museum. Buatlah perjalanan tersebut tetap menyenangkan sehingga anak tidak merasa bosan untuk mendengarkan.

3. Berilah perhatian khusus

Orang tua sebaiknya langsung memberikan perhatian khusus pada kemampuan membaca anak. Bila mendapat hal-hal special seperti gangguan membaca atau bakat tertentu dapat ditindak lanjuti sedini mungkin.

4. Tidak pernah berhenti belajar

Orangtua sebaiknya belajar mengenai berbagai perkembangan informasi, teknologi dan ilmu. Pengetahuan terkini yang dapat dijadikan referensi bahan, media atau proses pembelajran anak.
Sumber : http://id.she.yahoo.com/tips-meningkatakan-minat-baca-anak-012808682.html

Jumat, 28 Desember 2012

Peran Orangtua Bantu Anak Bersosialisasi

Ghiboo.com - Kepekaan seorang anak terhadap lingkungan sosial sebaiknya sudah dibina sejak anak tersebut masuk pada tahap pra-sekolah.

Seperti yang kita tahu lingkungan sosial akan banyak mempengaruhi aspek perkembangan anak seperti yang dikatakan oleh psikolog, Sautnauli Bertina Napitupulu.

Bahkan kemampuannya beradaptasi dilingkungan sosial bersama teman sepermainan ataupun di lingkungan baru merupakan salah satu faktor pendukung seorang anak dapat berhasil dalam mengaktualisasikan seluruh kemampuannya.

Karena itu peran orang tua sangat dibutuhkan untuk menunjang kemampuan anak dalam bergaul atau bersosalisasi.

Orang tua akan menjadi orang pertama yang menentukan apakah anak tersebut mampu bersosialisasi dan beradaptasi. Sebagai contoh ketika anak masuk sekolah di hari pertama anak akan merasakan ketegangan yang luar biasa dan tidak ingin ditinggal orang tuanya.

Kejadian ini bisa saja terjadi jika orangtua tidak terlalu inisiatif mengajarkan kemandirian di lingkungan permainan kecil dan pada akhirnya masuk kelingkungan yang lebih besar. Karena itu orang tua diharapkan dapat terus membimbing anak dengan baik dan berikan perhatian penuh disetiap perkembangannya.
Sumber : http://id.she.yahoo.com/peran-orangtua-bantu-anak-bersosialisasi-050000643.html

Rabu, 26 Desember 2012

Biarkan Anak Bermain

Ghiboo.com - Belajar bukan hanya dari bangku pendidikan. Anak dapat mengembangkan diri dan belajar dari arena permainan. Namun yang diajarkan orang tua adalah makna permainan.

"Sebuah teori menjelaskan bahwa dalam bermain yang terpenting adalah makna bermain dan bukan hasil akhirnya," ujar Fabiola Priscilla, M. Psi, Psikolog Anak dari Klinik Pela 9 Bintaro di Jakarta, Minggu (15/7).

Hal ini, kata Fabiola, merupakan proses belajar agar anak dapat total dalam bereksperimen mencoba perilaku baru dan menggunakannya untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Fabiola mencontohkan, dalam permainan kombinasi Row the Boat misalnya, seorang anak harus memanjat lalu meluncur ke kolam bola. Ada juga permainan Mini Flying Fox, kemudian permainan perahu, yang mengajarkan anak keberanian, kegigihan dan sikap tidak mudah menyerah.

Kebiasaan seperti ini, membuat anak-anak dalam kehidupan sehari-harinya dapat mengimplementasikan nilai positif sebagai bentuk ketekunan dalam menuntaskan tugas hingga selesai, berani mencoba hal baru, dan memiliki motivasi meraih hal yang diinginkan.

"Penerapan ini semua tentunya perlu pendampingan dari orangtua, karena anak akan merasa lebih percaya diri dengan keterampilan yang mereka miliki," tukas Fabiola.
Sumber : http://id.she.yahoo.com/biarkan-anak-bermain-082803016.html

Senin, 17 Desember 2012

Prilaku Orangtua yang Membuat Anak Stress

Ghiboo.com - Anak-anak juga bisa stress karena perlakuan orang tua.

Sosok orang tua haruslah hangat dan dapat memberikan kasih sayang secara penuh kepada sang anak.

Bila anak stress dengan perlakuan orang tua ini akan membuat hubungan antara anak dan orang tua menjadi buruk.

Berikut ini beberapa prilaku orang tua yang dapat membuat anak stress, seperti yang dijelaskan oleh Psikolog dari FAME, Yuvita Fandy, M.Psi:

1. Orang tua lebih banyak melarang daripada memberitahu apa yang dapat dilakukan oleh sang anak. misalnya melarang bermain diluar rumah sehingga anak merasa seperti di penjara dan tidak memiliki teman.

2. Menerapkan peraturan yang kaku tanpa memberikan penjelasan terhadap anak. Dalam hal ini mungkin orangtua ingin belajar disiplin, namun anak akan merasa sangat diatur dan tidak bisa mengembangkan diri.

4. Menuntut anak untuk memiliki prestasi yang lebih baik. Dalam kasus ini orangtua seharusnya memberikan pujian terlebih dahulu kepada anak, tanyakan pada anak begaimana usahanya mendaptkan nilai tersebut. Lalu kemudian ortu dapat menambahkan semangat kepada anaknya untuk lebih meningkatkan prestasinya.

5. Orang tua membandingkan anak dengan Kakak, adik, saudara atau temannya. Anak memiliki keuunikannya masing-masing Kelebihan dan kekurangannya juga berbedda-beda. Jadi jangan pernah membandingkan anak lain karena mereka memiliki kelebihan tersendiri.

6. Tanpa sadar orangtua memberikan lebel negatif pada anak seperti, bodoh, nakal dan malas. hal ini akan membuat anak merasa seperti apa yang dikatakan oleh orangtunya dan membuat sang anak jadi kurang percaya diri.
Sumber : http://id.she.yahoo.com/prilaku-orangtua-yang-membuat-anak-stress-092804802.html

Minggu, 16 Desember 2012

Anak Gemar Video Porno Potensial Jadi Pecandu Seks


TEMPO.CO, London - Akses mudah pada pornografi, terutama secara online dan pendidikan seks yang buruk, harus disalahkan untuk remaja yang menderita kecanduan seks, kata terapis kecanduan seks, Paula Hall. Ia menyatakan, hampir setengah dari mereka yang menderita kecanduan umumnya pertama bersinggungan dengan pornografi sebelum mereka berusia 16 tahun.
Dampingi anak saat mereka berinternet.
Survei yang dilakukannya menemukan 40 persen remaja yang menggemari tayangan pornografi sebelum usia 12 tahun. Sebanyak 90 persen dari mereka kemudian mengalami kecanduan seks setelah 16 tahun.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa faktor-faktor lain, seperti perpisahan orang tua, sekolah yang memisahkan siswa laki-laki dan perempuan, serta pendidikan seks yang minim juga turut berkotribusi. Dan hampir setengah dari mereka yang disurvei pernah mengalami semacam pelecehan atau penyerangan seksual.

Survei Hall terhadap penderita kecanduan seks dilakukan untuk buku barunya, "Understanding and Treating Sex Addiction". Dia mendefinisikan kecanduan seks sebagai perilaku seksual di luar kontrol yang menyebabkan masalah dalam kehidupan seseorang. Bintang seperti Russell Brand bahkan pernah mengaku kecanduan seks sehingga hampir menghancurkan kariernya.

Survei ini juga menyoroti perbedaan sikap antara pria dan wanita tentang kecanduan seks. Secara substansial laki-laki lebih cenderung mencari bantuan pengobatan daripada wanita. Persentasenya, sebanyak 57,3 persen laki-laki mencari bantuan profesional untuk menyembuhkan kecanduannya, sedangkan perempuan hanya 38,3 persen.

Enam puluh lima persen dari mereka yang disurvei berjuang dengan perasaan harga diri yang rendah dan hampir setengah mengalami masalah kesehatan mental. Hampir setengah responden mengaku kehilangan pasangan karena perilaku mereka dan seperempat mengatakan kecanduannya berpengaruh pada fungsi seksual mereka.

Sumber :

Jumat, 14 Desember 2012

Agar Anak Tak Terluka Akibat Perceraian

Ketika rumah tangga berakhir, anak kadang menjadi korban. Namun, dengan arahan yang bijak dari orang tua, sebenarnya perceraian tak harus membuat anak tumbuh dalam ‘luka’ dan duka.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua untuk meminimalkan ‘luka’ dan duka yang terjadi pada anak.
  1. Konseling ke psikolog. Psikolog adalah kubu netral yang mampu memberikan solusi bijak dan mendinginkan pasangan yang umumnya sedang dalam kondisi panas. Di sinilah ajang keduanya melakukan proses perdamaian. Misalnya tetap pada keputusan berpisah, psikolog ini juga akan membantu orang tua merancang kata-kata tepat sehingga memberikan penjelasan yang dimengerti dan tak menyakiti hati anak.
  2. Memberikan penjelasan bahwa perpisahan yang terjadi adalah murni masalah orang tua, bukan karena anak. Masalah yang terjadi sebaiknya tak ditutupi, namun dibeberkan secara ringkas, sehingga anak tak lagi menebak-nebak. Selain itu, perlu ditekankan kepada anak, perceraian tak akan membuat anak kehilangan cinta dan perhatian dari orang tuanya. Selain itu, ketika berbicara dari hati ke hati dengan anak, sebaiknya Anda tidak memberikan ‘janji-janji surga’. Umbarlah janji yang logis dan memang bisa dipenuhi sehingga anak tak sakit hati di kemudian hari.
  3. Tidak menjelekkan dan menunjukkan perasaan sakit hati kepada pasangan di hadapan anak. Anda harus ingat bahwa masalah yang terjadi adalah antara Anda dan pasangan. Anak tidak terlibat sama sekali. Risiko anak mengalami stres sangat besar bila ia merasa terimpit di antara masalah dua orang yang dicintainya.
  4. Tidak masuk ke relasi intim dengan pasangan baru dalam waktu singkat. Anak akan merasa dikhianati dengan kedatangan ‘wajah baru’. Jika hal ini terjadi, anak akan merasa posisinya tidak aman. Akibatnya, timbul rasa benci pada orang tua yang sudah memiliki pasangan baru dan si pasangan barunya. Sebelum mulai berhubungan intensif dengan pria baru, sebaiknya Anda beri anak waktu minimal setahun. Kalau Anda merasa sudah klop dengan pasangan baru dan merasa sudah saatnya dikenalkan ke anak, sebaiknya pertemuan dilakukan di tempat umum dan dalam suasana santai. Saat itu Anda bisa melihat reaksi anak, apakah ia sreg atau tidak. Jika terlihat sreg, tunggulah sampai beberapa waktu, barulah mengajak pasangan bertandang ke rumah. Yang harus dicamkan oleh orang tua, meskipun sudah ada orang baru, relasi hubungan dengan anak tidak boleh berubah. (f) Sumber : http://www.femina.co.id/isu.wanita/anda.pria/agar.anak.tak.terluka.akibat.perceraian/005/003/14