Senin, 23 Juli 2012
Rabu, 18 Juli 2012
Penting!!! Balita Punya Banyak Teman
Penting, Balita Punya Banyak Teman
Bagi anak-anak usia 3 – 4 tahun, teman adalah mahkluk penting saat ia mulai masuk kelompok bermain atau taman kanak-kanak. Ketika buah hati Anda mulai bergaul dengan teman sebaya di sekitar rumah, teman-teman bermainnya adalah aset penting. Kalaupun kadang-kadang bertengkar, itu soal biasa! Mereka masih mempertahankan wilayah, seperti “ini tempatku”, “ini bonekaku”, “ini mobilanku”. Ibu atau ayah tak perlu terlibat dengan pertengkaran anak-anak itu. Mereka sedang mengembangkan keterampilan kerja sama, empati, memberi perhatian pada orang lain, mencoba memahami dampak perilakunya terhadap orang lain dan mengembangkan kemampuan untuk menerima masukan dari orang lain tentang perilakunya.
Yang penting, ajarkan anak hal-hal berikut ini sebagai modal berteman:
- Berbicara dengan sopan, menggunakan kata-kata yang baik dan nada bicara yang diakui secara sosial disebut “sopan”.
- Bersikap empati, sesuatu yang dimiliki anak Anda bahkan sejak ia bayi. Anda tinggal mengembangkannya. Saat balita Anda melihat temannya jatuh dan lantas ia berkomentar “Kasihan deh lu!” Anda harus segera mengoreksi. Ajak anak membantu membersihkan luka temannya yang jatuh, atau paling tidak menawarkan bantuan, misalnya, “Yuk, lukanya dicuci.”
- Mengenali perasaan orang lain lewat ekspresi wajah. Tidak mudah bagi balita Anda. Tapi Anda bisa membantunya dengan mengenali perasaan anak Anda lewat ekspresinya. Misalnya balita Anda tampak gusar, Anda bisa berkata, “Marah ya? Apa yang membuatmu marah?” Lambat laun balita peka pada ekspresi orang lain.
- Mengendalikan emosi, mengekspresikan emosi negatif tidak dengan cara merusak, memukul atau berteriak. Anak akan bisa mengendalikan emosinya bila Anda menanggapi emosi anak dengan penuh simpati.
Label:
keterampilan sosial bagi anak,
LK-3 Saudara Sejiwa,
Nandang Noor RH,
Saudara Sejiwa Foundation,
teman buat balita
Ayo, Batasi Waktu Nonton TV Anak!
Batasi kegiatan nonton TV anak Anda per harinya, jika tak ingin menderita kegemukan.
Sebuah penelitian dari Kanada yang dilansir dari redorbit.com menyatakan bahwa, anak-anak tidak boleh lebih dari dua jam menonton TV per harinya.
Berdasarkan pengamatan terhadap kebiasaan menonton TV dari 1.314 anak-anak, ditemukan bahwa pada awal penelitian, mereka menonton TV selama 8,8 jam per minggu. Dua tahun kemudian, terjadi peningkatan rata-rata kegiatan menonton menjadi bertambah 6 jam sehingga mencapai 14,8 jam per minggu.
Bahkan 18 persen dari anak-anak dalam penelitian tersebut kebiasaan menontonnya mencapai 18 jam seminggu.
Penelitian tersebut mengatakan bahwa efek dari menonton selama 18 jam pada usia 4,5 tahun akan menghasilkan ekstra 7,6 mm lingkar pinggang pada usia 10 tahun.
Dr Caroline Fitzpatrick kepala peneliti dari Universitas New York dan Dr Linda Pagani dari Universitas Montreal, menyatakan:
"Anak usia dua hingga empat tahun yang menghabiskan banyak waktu di depan TV, nanti pada akhir sekolah tingkat empat (sekitar usia 10 tahun) berkontribusi terhadap pelebaran ukuran pinggang dan menghambat kemampuannya dalam berolahraga".
Mengenai hubungannya dengan olahraga, ternyata, tambahan nonton per jam seminggunya dapat menurunkan kemampuan melompat dari posisi berdiri sebanyak 0,36 cm.
Dr Linda Pagani menandai penting penelitian ini sebagai salah satu faktor obesitas anak.
"Intinya adalah menonton televisi terlalu lama, di luar rekomendasi-sangatlah tidak bagus," jelas Dr Pagani.
Anjuran dari The American Academy of Pediatrics (Akademi Kedokteran Amerika Mengenai Kesehatan Anak) adalah bahwa anak-anak berusia lebih dari 2 tahun tidak boleh menonton lebih dari dua jam sehari.
Penelitian tersebut juga menyampaikan bahwa kebiasaan dan sikap itu dapat mengakar dan berefek negatif bagi kegiatan olahraga di masa remaja.
Untuk mengetahui lebih spesifik lagi penyakit apa saja yang dapat diindikasikan dari kebiasaan menonton TV, para peneliti menekankan diperlukannya penelitian lebih lanjut.
sumber : http://id.she.yahoo.com/ayo-batasi-waktu-nonton-tv-anak-113000495.html
Selasa, 17 Juli 2012
Mengatasi Anak Galak
Perilaku anak yang galak seperti suka memukul dan menendang teman
atau orang yang tidak disukainya kadang membuat kita kerepotan karena
bisa jadi ia akan dijauhi oleh teman-temannya, perilaku ini membutuhkan
arahan orang dewasa sehingga ia mampu mengalihkan ekspresi emosi pada
prilakku yang lebih bisa diterima oleh lingkungan. Di sini peran orang
tua sangat dibutuhkan dalam mengarahkan anak dalam mengekspresikan
pikiran dan perasaannya, tanpa arahan yang jelas dan tegas , anak
semakin sering menampilkan prilaku tersebut.
Untuk mengatasi masalah tersebut ada beberapa hal yang harus kita lakukan sebagai orang tua yaitu :
Sumber : http://www.infoanak.com/mengatasi-anak-galak/
Untuk mengatasi masalah tersebut ada beberapa hal yang harus kita lakukan sebagai orang tua yaitu :
- Amati prilaku orang dewasa dan anak-anak yang ada di sekitarnya, adakah yang berprilaku kasar seperti itu? jika ada maka prilaku kasar/galak akan semakin menguat karna anak mencontoh dan meniru orang-orang disekitarnya. Oleh karena itu sebisa mungkin jauhi tindak kekerasan dari anak kita.
- Prilaku kasar/galak bisa didasari oleh perasaan tidak nyaman atau tidak aman, sebagai orang tua kita perlu menggali perasaan anak dan mencari tau hal-hal apa saja yang membuatnya tidak senang atau yang membuatnya senang.
- Arahan yang tegas dan jelas, bila anak akan memukul katakan padanya “tidak boleh” dan jelaskan kalau dipukul itu sakit jadi kamu tidak boleh memukul. Biasanya pada anak usia 3 tahun keatas biasanya dia mulai mempertahankan keinginannya, oleh karena pada usia ini anak bila dilarang akan semakin terdorong utk melakukan. Daripada melarang anak lebih baik mengalihkan perhatiannya atau bersikap tegas dengan memberikan konsekuensi dengan tindakan, misalnya menghentikan aktifitasnya dan membuatnya diam sejenak di tempat yg berbeda.
- Tangkap perasaan anak, misalnya dengan mengatakan : “kakak kesal yaa..sini nak peluk mamah…kakak cerita yaa apa yang bikin kamu kesal?” dengarkan anak cerita dan bilang padanya “iya mamah mengeri kenapa kamu kesal…tapi kamu tetap tidak boleh memukul teman kamu karna memukul itu membuat orang jadi sakit”. cara ini bisa mengajarkan anak untuk belajar cara menyampaikan perasaannya.
- Ajari anak untuk berani mengeluarkan perasaannya, kenali ia dengan kata tidak mau, tidak boleh, hentikan dan sebagainya.
- Semarah apapun kita tidak dibenarkan memukul atau mencubit sebagai cara mendisiplinkan anak karena anak akan semakin menyakini klu tindakan kekerasan itu wajar untuk menyatakan ketidak nyamanan, oleh karena itu tidak perlu malu untuk meminta maaf pada anak bila tindakan kita salah.
- Terakhir, dalam membesarkan anak bukan hanya mengasuh dan menyediakan kebutuhannya saja tapi kehadiran dan peran serta orang tua dalam hal mendampingi, mendidik dan mengajari banyak hal adalah sangat penting utk tumbuh kembang anak.
Sumber : http://www.infoanak.com/mengatasi-anak-galak/
Senin, 30 Januari 2012
MEMUJI ANAK PERLUKAH ????
Berikan Banyak Pujian dan Anak Akan Jadi Hebat
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perilaku orangtua dalam mendidik sejak dini ternyata berkorelasi langsung dengan sikap, pribadi buah hati di masa mendatang. Jika salah melakukan pengasuhan, yang terjadi justru anak mempunyai sifat atau sikap negatif. Lalu bagaimana mendidik anak yang tepat sehingga menjadi anak hebat (incredible).
Tak ada sekolah khusus untuk menjadi orangtua. Tetapi, orangtua tetap perlu belajar menerapkan pola pengasuhan yang positif pada anak agar dapat membentuk karakter positif anak di masa depan.Hanny Muchtar Darta dari EI Parenting Consultant saat talkshow "Pentingnya Kecukupan Asupan Vitamin & Mineral Agar Anak Incredible" yang digelar oleh Scott's Multivitamin di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, mengungkap beberapa tips ataupun trik yang bisa menjadi rujukan:
1. Berkomunikasilah secara positif
Orangtua harus mempunyai persepsi bahwa anak itu unik dan mempunyai perbedaan dibandingkan anak yang lainnya. Jadi orangtua harus mempunyai kemampuan untuk membangun bakat yang dimiliki dengan cara yang positif. Kalau ibu ingin anaknya belajar bukan bilangnya "Jangan malas-malas". Tapi akan lebih baik jika mengatakan "Ayo dong semangat belajar".
2. Hindari membandingkan dengan adik, kakaknya atau dengan anak lain.
Jangan membandingkan dengan yang lain, tapi bandingkan dengan kemajuan yang diperoleh buah hati. Jangan mengatakan "Kakak kamu lebih hebat atau kakak kamu lebih rajin belajarnya, jadi kamu harus seperti dia dong. Harusnya "Loh kamu kemarin nilai Matematika dan Bahasa Inggris nilai kurang, seharusnya nanti harus lebih baik".
3. Dorong anak untuk ikut kompetisi.
Anak yang berusia 5-8 tahun lagi senang-senangnya berkompetisi karena dari segi kognotifnya lagi senang-senangnya untuk menunjukkan kebisaannya dan kemampuan yang dimilikinya. Tapi kalau sudah 12 tahun keinginan untuk berkompetisi turun. Jadi kalau ingin membentuk anak yang hebat, ajaklah berkompetisi sejak kecil.
4. Hindari memotong pembicaraan.
Seringkali dilakukan orangtua yang tidak sabar mendengarkan dan selalalu menyalahkan. Yang harus dilakukan adalah mendengarkan terlebih dahulu dengan penuh perhatian. Anak juga ingin dihargai pendapatnya. Jika ini dilakukan bisa melatih anak berani mengemukakan pendapat, atau gagasan yang dimilikinya.
5. Fokus pada tujuan
Terkadang orangtua asal memerintahkan. Misalnya, mengatakan jangan lupa baju olahragamu dibawa pulang atau mengatakan jangan malu bertanya nanti sesat di jalan. Lebih baik mengatakan, "Kalau berani bertanya, itu tanda anak cerdas,". Jadi bicaranya lebih positif sehingga membuat anak menjadi terinspirasi.
6. Memberikan banyak pujian, tentunya di tempat dan waktu yang tepat
Terlalu banyak waktu Anda yang terbuang jika hanya mengkritik sikap buruk buah hati. Sebaliknya, Anda jadi kekurangan waktu untuk memberinya pujian atas sikap positifnya. Ada kalanya, sesekali Anda perlu mengucapkan, "Mama senang, lho, lihat kamu membereskan mainan dan menyimpannya di tempat semula."
7. Berikan pelukan, belaian, dan ciuman
Biasakan memeluk buah hati hingga 12 kali sehari. Tujuannya supaya ia merasakan adanya kedekatan, kehangatan sehingga mampu membangun ikatan emosional yang baik disamping anak akan merasa diterima dan didukung oleh orangtuanya.
8. Membangun aturan sederhana.
Melatih kedisiplinan bisa dilakukan dengan membangun rutinitas misalnya: jam makan, jam tidur, makan pada tempat yang benar, dan lain sebagainya. Ini akan melatih anak hidup secara disiplin. Meski demikian, sebagai orangtua harus memberikan contoh melakukan kedisiplinan. Jangan terus dilanggar.
9. Hindari untuk bicara dengan anak ketika sedang mengalami emosi negatif
Belajarlah untuk memaklumi hal-hal yang bisa memicu anak kesal dan jengkel. Umumnya, perasaan tidak nyaman ini dialami anak-anak saat dia sedang kelelahan, saat Anda terlalu menuntutnya berbuat lebih, saat dia lapar, dan saat dia sakit. Minimalisasi kondisi-kondisi yang membuatnya tidak nyaman ini untuk mengurangi kejengkelan pada anak.
Sumber : http://id.she.yahoo.com/berikan-banyak-pujian-dan-anak-akan-jadi-hebat-062323022.html
Selasa, 27 Desember 2011
Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan
Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan
Di Kec. Ujungberung Kota Bandung, pada tanggal 28 Desember 2011
Di Kec. Ujungberung Kota Bandung, pada tanggal 28 Desember 2011
Kamis, 21 Juli 2011
10 Profesi dengan Tingkat Stres Paling Tinggi
VIVAnews - Setiap individu pastinya menginginkan profesi yang memiliki tingkat stres rendah, namun dengan penghasilan relatif tinggi. Tak jarang pula, masih ada profesional yang sebenarnya tidak menyadari profesi yang dilakoni saat ini sebenarnya memancing tingkat stres besar.
Laman businessinsider seperti dikutip VIVAnews.com, menemukan 10 pekerjaan yang memiliki tingkat stress tertinggi di dunia, khususnya di Amerika Serikat.
Survei ini diperoleh dari penelitian yang dibuat CareerCast.com terhadap tingkat stres dari 200 jenis pekerjaan didasarkan kepada lingkungan kerja, pendapatan, prospek masa depan, deadline, tingkat kompetisi, dan perjalanan dinas.
Artikel yang dirilis di Careercast ini memang mengacu pada jenis pekerjaan yang dilakukan di Amerika Serikat. Namun, pekerjaan-pekerjaan ini banyak juga dilakukan oleh sebagian masyarakat di Indonesia, bahkan mungkin mulai dan akan berkembang di sini
Inilah 10 pekerjaan dengan tingkat stres paling tinggi:
10. Agen properti
Tingkat stress: 38,57
Jam kerja per hari : 9,5 jam
Pendapatan per tahun: US$40,357 (Rp363,213 juta)
Agen jual beli properti memiliki jam kerja yang tidak menentu, terkadang kerja di malam hari dan akhir pekan. Lingkungan kerja di bidang real estate juga memiliki tingkat kompetisi yang tinggi, dan di kala kondisi perumahaan sedang tidak bagus, menjual rumah bukanlah hal yang mudah dilakukan.
9. Teknisi Kesehatan darurat
Tingkat stres: 39,68
jam kerja per hari : bervariasi
pendapatan per tahun: US$30,168 (Rp271,512 juta)
Teknisi kesehatan darurat atau mungkin sama dengan petugas Ambulance adalah orang pertama di setiap kejadian yang memerlukan penanganan medis darurat. Selain itu mereka berperan sebagai penentu kehidupan bagi pasien dari lokasi kejadian hingga ke rumah sakit.
Petugas ambulance seringkali bekerja dalam rentang waktu kerja yng lama dan seringkali terkena jatah kerja malam hari.
8. Pialang Saham
Tingkat stres : 39,70
jam kerja per hari : 8 jam
Pendapatan per tahun: US$67.470 (Rp607,23 juta)
Pialang saham bertanggungjawab terhadap dana investor yang disimpan dalam produk investasi saham maupun obligasi. Dengan kondisi pasar saham yang selalu berubah, tanggung jawab pialang untuk menjaga agara investasi pemodal tetap bertahan merupakan hal yang bisa membuat stres.
7. Arsitek
Tingkat stres : 39,93
Jam kerja per har: lebih dari 8 jam
Pendapatann per tahun : US$73.193 (Rp658,73 juta)
Arsitek bekerja dengan tekanan deadline yang ketat baik dari segi perencanaan, desain, konstruksi ruang komersial dan perumahan. Keselamatan dari sebuah gedung di masa depan juga menjadi bagian pekerjaan dari para arsitek yang dituntut membuat perencanaan lebih hati-hati
6. Account Executive Perusahaan Iklan
Tingkat stres: 41,05
Jam kerja per hari: 9,5 jam
Pendapatan per tahun: US$62.105 (Rp558,945 juta)
Seorang account executive dituntut untuk bekerja lebih kreatif, memperhatikan detil, mampu memotivasi diri sendiri. Semua tuntutan ini harus dijalankan ditengah pekerjaan untuk mengelola klien besar perusahaan serta bekerja diawah tekanan deadline.
Lapangan tempat bekerja para account executive juga termasuk memiliki tingkat kompetisi yang sangat tinggi. Apalagi jika iklam merupakan pendapatan utama bagi perusahaan.
5. Penyiar Berita
Tingkat stres: 43,56
Jam kerja per hari: 8 jam
Pendapatan per tahun: US$50.456 (Rp454,104 juta)
Penyiar berita bersaing dengan kompetitor stasiun televisi lain untuk menjadi yang pertama memberitakan sebuah informasi kepada publik. Seringkali, reporter bekerja dari dalam studio namun lebih banyak reporter yang terjun ke lapangan dimana kejadian tersebut terjadi.
Kondisi pelaporan berita langsung dari lapangan seringkali menyebabkan posisi penyiar berita berpotensi berada dalam situasi bahaya
4. Jurnalis Foto
Tingkat stress: 47,09
Jam kerja per hari: bervariasi
Pendapatan : US$40.209 (Rp361,88 juta).
Jurnalis foto senantiasa harus berada di lokasi ketika sebuah kejadian besar terjadi. Apakah itu perang, penembakan, bencana alam, seorang jurnalis foto senantiasa hadir di lokasi-lokasi tersebut. Dalam kondisi berbahaya, mereka hadir untuk menangkap moment dan memberitakannya ke seluruh dunia.
3. Eksekutif Senior Perusahaan
Tingkat stres: 47,41
Jam kerja per hari: 11 jam
pendapatan per tahun : US$161.141 (Rp1,450 miliar)
Corporate Executive memiliki banyak pekerjaan berbeda. Mereka diharapkan memiliki pengetahuan hampir di seluruh departemen dari sebuah perusahaan. sehingga para pegawai di level ini diharapkan bisa membuat keputusan yang berdampak pada seluruh pegawai. Petinggi perusahaan ini juga memiliki jam kerja yang sangat panjang.
2. Public Relation Officer
Tingkat stres: 47,6
Jam kerja: 9 jam
Pendapatan per tahun: US$90.160 (Rp811,44 juta)
Seorang pejabat Public Relation (PR), seringkali harus memberikan presentasi dan penjelasan di depan publik. Bidang pekerjaan ini memiliki tingkat kompetisi yang sangat ketat dan pimpinan perusahaan sering kali meminta PR untuk menciptakan dan memperhatahankan citra perusahaan yang baik.
1. Pilot Pesawat Komersial
Tingkat stres: 59,53
Jam kerja per hari: 9 jam
Pendapatan per tahun: US$106.153 (Rp955,37 juta)
Pilot pesawat terbang komersial bertanggungjawab pada keselamatan ratusan penumpang ketika menerbangkan pesawat diatas ketinggian ribuan mil dengan kecepatan yang tinggi.
Pilot terkadang harus menerbangkan pesawat di tengah kondisi cuaca yang buruk dan bekerja berjam-jam.
http://id.berita.yahoo.com/10-profesi-dengan-tingkat-stres-paling-tinggi-233100772.html
Langganan:
Postingan (Atom)

